Berikut ini terdapat
beberapa ciri penggunaan formalin, walaupun tidak terlampau khas untuk
mengenali pangan berformalin, namun dapat membantu membedakannya dari pangan
tanpa formalin.
Ciri-ciri mi basah
yang mengandung formalin:
* Tidak rusak sampai
dua hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari
pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)
* Bau agak
menyengat, bau formalin
* Tidak lengket dan
mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal
Ciri-ciri tahu yang
mengandung formalin:
* dak rusak sampai
tiga hari pada suhu kamar (25 derajat Celsius) dan bertahan lebih dari 15 hari
pada suhu lemari es ( 10 derajat Celsius)
* Tahu terlampau
keras, namun tidak padat
* Bau agak
mengengat, bau formalin (dengan kandungan formalin 0.5-1ppm)
Ciri-ciri baso yang
mengandung formalin:
* Tidak rusak sampai
lima hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
* Teksturnya sangat
kenyal
Ciri-ciri ikan segar
yang mengandung formalin:
* Tidak rusak sampai
tiga hari pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
* Warna insang merah
tua dan tidak cemerlang, bukan merah segar dan warna daging ikan putih bersih
* Bau menyengat, bau
formalin
Ciri-ciri ikan asin
yang mengandung formalin:
* Tidak rusak sampai
lebih dari 1 bulan pada suhu kamar ( 25 derajat Celsius)
* Bersih cerah
* Tidak berbau khas
ikan asin
Menurut Syamsiah
(2003 : 45) bagian rimpang lengkuas mengandung atsiri
1%, kamfer, sineol minyak
terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen
kaemferida, galangan, galangol, kristal kuning
dan asam metil sinamat. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Zat-Zat kimia seperti fenol
dalam minyak atsiri dalam rimpang lengkuas (Lenguas
galanga l.) efektif digunakan sebagai pengganti formalin. Selain itu,
tanaman tersebut mudah dibudidayakan dan untuk mendapatkannya tidak dibutuhkan
biaya yang mahal. Maka dari itu, penulis merancang penelitian yang
berjudul “Pemanfaatan Lengkuas (Lenguas galanga l.) sebagai Bahan Pengawet Pengganti Formalin“